WNA Kerap Berulah di Bali, Pakar Usul Evaluasi Kebijakan Visa on Arrival

Published By Admin | Pada: Selasa 11 Jun 2024 20:27 WIB

Selamat datang kembali di situs web kami! Di web ini, kami akan memberikan update terbaru tentang WNA Kerap Berulah di Bali, Pakar Usul Evaluasi Kebijakan Visa on Arrival. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengetahui Berita-berita Terupdate Terkini! Kami akan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya tentang Berita hari ini. Segera saksikan video ini untuk mengetahui apakah berita ini yang anda cari pada hari ini! Jangan lupa untuk subscribe, like, dan bagikan video ini agar Anda tidak ketinggalan brita setiap harinya. Terima kasih telah menonton!WNA Kerap Berulah di Bali, Pakar Usul Evaluasi Kebijakan Visa on Arrival
WNA Kerap Berulah di Bali, Pakar Usul Evaluasi Kebijakan Visa on Arrival

JAKARTAINEWS.COM, BANDUNG -- Pakar kebijakan publik Universitas Padjadjaran Asep Sumaryana mengatakan bahwa evaluasi visa saat kedatangan atau visa on arrival (VoA) diperlukan. Ia menyampaikan pernyataan tersebut untuk menanggapi warga negara asing (WNA) yang berulah di Indonesia, seperti yang terjadi di Bali, yakni diduga merampas sebuah truk bermuatan gabah milik warga pada Ahad (9/6/2024) malam.

"Ditabraknya portal tol merupakan potret bahwa pengabaian aturan oleh oknum WNA tidak boleh dibiarkan agar tidak meluas ke WNA lainnya," kata Asep, Selasa (11/6/2024).

Selain itu, ia berpendapat bila perlu diberlakukan kebijakan untuk menolak WNA yang bermasalah kembali ke Indonesia. "Mengingat hal tersebut berkaitan dengan martabat bangsa yang tidak boleh disepelekan oleh bangsa manapun, dan akan mendorong efek jera, sehingga daya tarik negeri ini yang besar bisa mendorong mereka untuk tidak berperilaku yang merugikan bagi sesamanya yang ingin berkunjung ke negeri ini," ujarnya.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa diperlukan upaya diplomasi untuk menyosialisasikan kultur dan regulasi kebijakan agar tidak terjadi WNA bermasalah di kemudian hari.

"Pemahaman kultur dan regulasi kebijakan juga menjadi penting untuk dipahami mereka, seperti halnya bangsa kita juga dikenalkan dengan kultur negara tujuan agar tidak berbenturan dengan kultur lokal yang ada," jelasnya.

Menurut dia, bila perlu pemerintah dapat memberikan penghargaan kepada WNA yang mematuhi aturan. Sehingga, semangat untuk patuh lebih besar ketimbang melanggar aturan.

Anomali Teori Efek Ekor Jas PDIP di Bali - (Infografis Republika)

 

Tag:
berita terbaru hari ini,berita hari ini,berita terkini,berita terbaru,berita kompas,berita,berita kompastv,viral hari ini,portal berita video,berita video,prabowo terbaru hari ini,republika mahasiswa,jakarta,pilpres 2024 terbaru hari ini,prabowo gibran terbaru hari ini,berita indonesia,berita viral,24tahun republika,republika,milad republika,berita hangat,berita politik,berita politik indonesia terbaru,#jakarta,tv berita,berita update, Jumat 14 Juni 2024
Berita Terkait